Garam Tradisional Desa Les, Merawat Warisan Budaya Lokal yang Ramah Lingkungan
- Jul 03, 2024
- Komang Intan Kusuma Dewi
Desa Les, Bali - 3 Juli 2024
Desa Les, sebuah desa nelayan di Bali, dikenal memiliki garam tradisional yang diproduksi secara turun-temurun dengan cara yang unik dan ramah lingkungan. Garam tradisional Desa Les dibuat dengan memanfaatkan panas matahari dan tenaga manusia, tanpa menggunakan mesin-mesin modern, sehingga mempertahankan kualitas alami dan cita rasa autentiknya.
Proses pembuatan garam tradisional Desa Les dimulai dengan menampung air laut di kolam-kolam dangkal. Air laut tersebut kemudian didiamkan hingga air menguap dan meninggalkan kristal-kristal garam. Kristal garam ini kemudian dikumpulkan dan dikeringkan lebih lanjut sebelum siap untuk dikemas dan dipasarkan.
"Teknik pembuatan garam tradisional ini telah diwariskan dari generasi ke generasi di Desa Les. Kami ingin mempertahankan warisan budaya lokal ini karena selain ramah lingkungan, juga memberikan cita rasa yang khas dan alami," ujar Ketua Kelompok Tani Garam Tradisional Desa Les, I Wayan Suardana.
Tidak hanya mengangkat ekonomi lokal, produksi garam tradisional Desa Les juga mempromosikan kearifan lokal dalam pengolahan garam yang ramah lingkungan. Dengan semakin dikenalnya garam tradisional Desa Les, diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan memperluas pasar bagi produk-produk UMKM lainnya di daerah tersebut.
"Kami berharap garam tradisional Desa Les dapat terus dilestarikan dan dikenal luas, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan memperkenalkan warisan budaya lokal yang unik ini," tambah Suardana.