Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Pemajuan Kebudayaan Garam
- Sep 27, 2024
- Komang Intan Kusuma Dewi
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertema Objek Pemajuan Kebudayaan Garam Tradisional, yang digelar di Kura-Kura Homestay, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (24/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis BPK Wilayah XV dalam melakukan pendataan, pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan garam tradisional sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).
Garam Tejakula, yang diproduksi oleh masyarakat Desa Les dan Desa Tejakula, dikenal sebagai warisan budaya bernilai tinggi. Proses pembuatannya masih menggunakan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir Buleleng dalam mengelola sumber daya alam dengan cara yang lestari.
Dalam sambutannya, perwakilan BPK Wilayah XV menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan garam tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
“Melalui diskusi ini, kami berharap muncul gagasan dan strategi konkret dalam menjaga keberlanjutan garam tradisional, tidak hanya sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang hidup,” ungkapnya.
Penyelenggaraan DKT ini menjadi langkah awal penting dalam merumuskan arah kebijakan pelestarian garam tradisional. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi program berkelanjutan dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya ini secara bijak, sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam pemajuan kebudayaan.